Menurut Tito, ketersediaan lahan menjadi salah satu persoalan yang harus segera diselesaikan agar pembangunan kompleks huntap dapat berjalan sesuai target. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah membantu menuntaskan kendala penyediaan lahan untuk lokasi relokasi warga terdampak.

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi juga menghadapi tantangan karena skala bencana yang meluas hingga 53 kabupaten/kota di tiga provinsi. Selain kerusakan awal, bencana susulan berupa banjir dan tanah longsor kembali mengganggu pemulihan, bahkan merusak sejumlah infrastruktur yang sebelumnya telah diperbaiki.

"Kita terus bekerja tapi alamnya begitu kita enggak bisa lawan," ujar Tito.

Meski demikian, Tito menegaskan pemerintah pusat dan daerah akan terus melanjutkan upaya pemulihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pemulihan berbagai sektor, mulai dari kelautan dan perikanan hingga penyediaan hunian layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Kita tidak menyerah kita terus bekerja untuk kepentingan rakyat," pungkasnya.