Perwakilan BPI Danantara menyatakan kesiapan untuk mendukung pembiayaan Program SMK Go Global melalui skema KUR Penempatan PMI. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor keuangan dalam memperluas akses pembiayaan bagi calon pekerja migran.
Dari sisi pengawasan dan penguatan kapasitas keuangan, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bayu dari Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah, menekankan pentingnya kerja sama antara OJK dan KP2MI.
"Penguatan literasi serta kapasitas pengelolaan keuangan bagi pekerja migran perlu dimaksimalkan agar mereka memahami penggunaan pembiayaan, kewajiban pembayaran, dan pengelolaan pendapatan selama bekerja di luar negeri," pungkas Bayu.
Program SMK Go Global sendiri menargetkan 40.000 peserta pada periode Agustus hingga Desember 2026, yang terdiri atas 24.000 lulusan SMK/SMA dan 16.000 peserta dari masyarakat umum. Program tersebut dirancang melalui 2.000 kelas, mencakup delapan sektor pekerjaan, dan dilaksanakan di 23 wilayah BP3MI.
Sinergi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penyiapan dan penempatan pekerja migran yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi, sertifikasi, pembiayaan, hingga pelindungan selama bekerja di luar negeri.
Melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga, regulator, Danantara, dan perbankan, pemerintah mendorong agar KUR Penempatan Pekerja Migran dapat dimanfaatkan secara optimal. Penguatan pembiayaan diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kompetensi melalui SMK Go Global, tetapi juga memastikan calon pekerja migran memiliki akses pendanaan yang layak hingga tahap keberangkatan.
Dengan demikian, program penyiapan pekerja migran terampil dapat berjalan beriringan dengan akses pembiayaan yang inklusif, mekanisme penempatan yang aman, serta pelindungan dari praktik pinjaman yang merugikan calon pekerja migran Indonesia.
Sebagai informasi, rapat tersebut turut dihadiri perwakilan BPI Danantara, yakni Senior Director Portfolio Governance Aloysius Budi Santoso dan Senior Director Human Capital DAM Aditya Arisusetio. Dari OJK, hadir perwakilan Departemen Pemeriksaan Khusus dan Pengawasan Perbankan Daerah, Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah, serta Departemen Pengawasan Bank Pemerintah.
Rapat juga melibatkan bank penyalur KUR, yakni BNI yang diwakili SEVP Commercial & SME Andy Yusdiman dan Business Program Division Head Faizal Isnaeni; Bank Mandiri yang diwakili Vice President Wenry Okto Fransius Tampubolon; BSI yang diwakili Product Department & Business Strategy Department Head Micro Business Group Asmiyatul Zumroh; serta Bank BTN yang diwakili Vice President Micro Business Royansyah Putra Ginting.