NADIKABAR.COM — Pemerintah memperkuat upaya perlindungan pasar domestik dan penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna meningkatkan daya saing manufaktur, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan industri pengolahan nonmigas masih menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pada triwulan II 2025, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,29 persen. Artinya, industri bukan lagi menjadi gerbong yang ditarik, tetapi menjadi gerbong yang menarik perekonomian nasional," kata Menperin dalam pernyataan dikutip di Jakarta, Kamis.
Ia dalam ANTARA Business Forum (ABF) 2026 di Jakarta, Rabu (23/9) menyampaikan, industri nasional saat ini menghadapi sejumlah tantangan, antara lain masuknya barang impor, gangguan rantai pasok global, kenaikan harga energi dunia, serta tekanan terhadap daya beli masyarakat.