NADIKABAR.COM — Pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan dan air melalui penerapan pertanian modern advanced agriculture system (PM-AAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) gabungan sistem tanam padi tabur langsung (tabela) dengan jajar legowo.
"PM-AAS bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan air," ujar Direktur Irigasi Pertanian Kementan Liferdi Lukman ketika ditanya mengenai penerapan PM-AAS di lahan pertanian Kabupeten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu.
"Program dilakukan melalui perluasan areal tanam sekaligus intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas," tambah Liferdi Lukman yang juga sebagai Penjabat Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Timur itu.
PM-AAS mencakup penggunaan teknologi, varietas unggul, manajemen air, serta pendampingan kepada petani, dengan target produktivitas hingga 10 ton per hektare.
Target penerapan di Provinsi Kalimantan Timur lebih kurang 7.125 hektare, dan Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi sasaran terluas 3.546 hektare, sehingga memiliki peran penting dalam peningkatan produksi pangan di provinsi itu.
Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi lokomotif dalam penerapan PM-AAS, kata Liferdi Lukman, sehingga dukungan perlu irigasi karena ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama dalam mencapai produktivitas pertanian secara maksimal.
Gerakan tanam padi dengan metode PM-AAS, timpal Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Timur Ahmad Subhan, menjadi tonggak awal untuk memaksimalkan produksi padi di provinsi ini.
Terdata penerapan PM-AAS mampu meningkatkan hasil produksi secara signifikan, berdasarkan hasil ubinan hasil panen sebelumnya rata-rata kisaran 4,5 ton per hektare, kini rata-rata mencapai sekitar tujuh ton per hektare.
"Target produktivitas hingga 10 ton per hektare membutuhkan pemenuhan pupuk dan nutrisi tanaman secara optimal," kata Ahmad Subhan.
Penerapan pertanian modern yang diawali dengan gerakan tanam padi bersama Kelompok Tani Sidodadi dan Sido Muncul di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, timpal Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas padi di kabupaten setempat.
Bupati berharap penerapan PM-AAS dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, sehingga pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda.