"Koordinasi yang kuat dengan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi penting karena di dalamnya ada ekosistem energi yang berkaitan dengan keberlangsungan pengembangan AI," kata Meutya.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia turut menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan pusat data dengan penyediaan energi.
"Saya akan minta data lokasi dari teman-teman yang akan membangun data center, supaya supply energinya itu bisa langsung disediakan," ujar Bahlil.
Kebutuhan tambahan daya untuk mendukung pengembangan pusat data diperkirakan mencapai 20 gigawatt atau 20.000 megawatt.