Besarnya kebutuhan tersebut menuntut perencanaan yang terkoordinasi agar pengembangan infrastruktur digital dapat berjalan seiring dengan kesiapan pasokan energi nasional.

Bahlil pun menyatakan juga akan menata investasi pusat data agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

"Kita akan membuat satu regulasi yang win-win (saling menguntungkan). Kita silakan mereka masuk, tapi, juga hargai, dan bagaimana berkolaborasi dengan pengusaha nasional, pengusaha daerah di mana investasi itu akan dilakukan," kata Bahlil.

Dia juga melihat pusat data membutuhkan teknologi dan modal besar, tetapi, penyerapan tenaga kerja langsungnya relatif terbatas. Sementara itu, operasional fasilitas tersebut membutuhkan sumber daya yang signifikan, termasuk listrik dan air. Dalam hal ini pemerintah akan memastikan masyarakat di sekitar lokasi investasi turut memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi yang tercipta.