Dari sisi konstruksi, pemerintah juga menyiapkan desain yang lebih kuat dengan mempertimbangkan pengalaman dari bencana sebelumnya. Pondasi jembatan menggunakan bored pile dengan kedalaman sekitar 38 meter pada bagian pilar dan sekitar 20 meter pada abutment.

Posisi jembatan juga akan dibuat lebih tinggi untuk meningkatkan clearance, sehingga diharapkan lebih aman terhadap potensi kenaikan muka air saat terjadi banjir.

β€œBanyak yang dipelajari dari bencana yang lalu dan harapannya nanti dengan adanya jembatan ini akan dapat bermanfaat bagi masyarakat di kedua desa ini,” kata Ronny.

Sambil menunggu pembangunan permanen, Jembatan Perintis sementara yang merupakan inisiasi Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tetap dimanfaatkan untuk menjaga konektivitas masyarakat.

Kepala desa setempat mengatakan jembatan tersebut menjadi penghubung penting bagi aktivitas warga di wilayah sekitar Kecamatan Sekerak dan Kecamatan Bandar Pusaka.