Keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena selain menghubungkan dua kecamatan dan dua kabupaten, juga menjadi urat nadi ekonomi yang menghubungkan akses masyarakat dengan lahan perkebunan yang mulai kembali digarap.

Ronny mengatakan, pembangunan jembatan permanen diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan konektivitas pascabencana, tetapi juga memberikan kepastian akses bagi masyarakat untuk kembali menjalankan kegiatan ekonomi.

Selain membangun struktur jembatan yang lebih kuat, pemerintah juga menyiapkan intervensi pada wilayah sungai untuk membantu mengurangi risiko kerusakan akibat kondisi aliran sungai.

Dengan pembangunan tersebut, pemulihan infrastruktur diharapkan berjalan beriringan dengan pemulihan aktivitas masyarakat, terutama akses menuju kawasan perkebunan dan pusat kegiatan ekonomi di wilayah sekitar.