Salah satu hal yang menarik perhatian dari program ini adalah adanya saldo awal pada rekening baru.

Setiap rekening rencananya akan diberikan dana awal sebesar Rp50 ribu. Dana tersebut berasal dari APBN.

Dengan demikian, rekening yang diterima masyarakat tidak hanya menjadi rekening baru tanpa saldo. Pemerintah juga menyiapkan dana awal untuk rekening tersebut.

Namun, besaran kebutuhan anggaran secara keseluruhan masih dalam pembahasan karena pelaksanaan program tidak dilakukan sekaligus.

Lantas, apakah saldo awal Rp50 ribu tersebut bisa diambil oleh masyarakat?

Airlangga memastikan dana yang menjadi saldo awal rekening tersebut bisa ditarik sepenuhnya oleh pemilik rekening.

Dengan adanya kepastian tersebut, saldo Rp50 ribu yang diberikan pada rekening baru bukan dana yang harus dibiarkan mengendap. Masyarakat dapat menarik dana tersebut setelah rekening diterima.

Program penyediaan rekening untuk masyarakat ini akan melibatkan dua bank, yakni BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan kedua bank tersebut untuk menyediakan rekening bagi masyarakat.