Program ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas kepemilikan dan akses rekening perbankan di masyarakat.

Dengan cakupan yang diperkirakan mencapai sekitar 200 juta penduduk, pelaksanaannya tentu membutuhkan proses secara bertahap.

Hingga saat ini, pemerintah belum menyampaikan secara rinci jadwal pembagian rekening kepada masyarakat.

Airlangga menegaskan penyediaan rekening akan dilakukan secara bertahap. Sementara itu, pembahasan mengenai anggaran program masih berjalan.

Pemerintah juga belum menjelaskan secara rinci mekanisme masyarakat untuk mendapatkan rekening tersebut, termasuk siapa yang akan menjadi penerima pada tahap awal.

Karena itu, masyarakat masih perlu menunggu informasi resmi pemerintah terkait jadwal, mekanisme pendaftaran atau pembukaan rekening, serta tahapan pelaksanaan program.

Yang sudah disampaikan pemerintah, program tersebut akan melibatkan BRI dan BSI, dengan rencana saldo awal Rp50 ribu yang bersumber dari APBN dan dapat ditarik oleh pemilik rekening.

Dengan perkiraan cakupan hingga 200 juta penduduk dan kebutuhan anggaran sekitar Rp11 triliun, program ini menjadi salah satu rencana pemerintah yang perlu ditunggu perkembangan selanjutnya.