"Realisasi hilirisasi di semester I (2026) Rp 300 triliun, ini naik 6,9% atau 7% terhadap dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya.
Ia menjelaskan ke depan program hilirisasi nasional ini akan mencakup 28 komoditas unggulan yang tersebar di 8 sektor strategis. Hilirisasi diarahkan tidak hanya dilakukan pada komoditas mineral, namun juga sumber daya alam lain yang dapat diperbarui termasuk komoditas berbasis pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
"Kemudian investasi yang dibutuhkan untuk 28 komoditas itu adalah US$ 618 billion dan harapannya bisa meningkatkan ekspor menjadi US$ 857 billion dan dengan nilai tambah US$ 235,9," tutur Airlangga.