NADIKABAR.COM — Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik 69,5 GW hingga 2034, dengan 61 persen berasal dari energi baru dan terbarukan.

Jakarta - Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik 69,5 GW hingga 2034, dengan 61 persen berasal dari energi baru dan terbarukan.

Foto udara suasana Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga 2034, dengan 42,6 GW atau sekitar 61 persen di antaranya bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034 dan berpotensi membuka peluang investasi hingga Rp2.967,4 triliun. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Foto udara suasana Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar