Sementara itu, pembiayaan melalui pinjaman tercatat negatif Rp 21,4 triliun atau setara 65,5% dari pagu pembiayaan dalam APBN 2026 sebesar Rp 32,7 triliun.

"Pembiayaan utang neto, saat ini realisasi sampai 31 Agustus ada Rp 506 triliun, terdiri dari surat berharga negara, netonya adalah Rp 527,4 triliun yang merupakan 66% dari target APBN," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBNKita, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).