Akibat kerusakan dan degradasi berat yang terjadi di masa lalu, seperti proyek drainase yang membuat lahan menjadi kering, sifat asli gambut berubah menjadi menolak air (hidrofobik). Kondisi ini membuat lahan gambut yang kering menjadi sangat mudah tersulut api dan sulit dipulihkan jika terbakar.
"Tanaman-tanaman seperti yang disebutkan tadi (sawit) sepertinya tidak ideal untuk ditanam di Kalimantan Tengah karena potensi kebakaran hutannya masih cukup besar," ujar Hanif saat ditemui usai rapat penanganan Karhutla Kalimantan, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2026).
Meski begitu, ia tidak membantah jika ke depan lahan bekas karhutla ini dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian komoditas lain. Sebab pada akhirnya, lahan atau area bekas kebakaran ini juga perlu untuk direvitalisasi.