βKreator sering mampu menghasilkan karya, tetapi tidak memiliki distributor, agen, platform, business matching atau jaringan global yang membawa karya tersebut ke pasar luar negeri,β katanya.
Ronny mengatakan yang tidak kalah penting adalah perlunya data yang lebih baik mengenai ekspor jasa. Dia menilai ketersediaan data yang lebih rinci diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui subsektor jasa kreatif mana yang paling besar menghasilkan devisa sekaligus menentukan kebijakan pengembangan yang lebih tepat.
Pada 2025, ekspor ekonomi kreatif Indonesia tercatat sekitar 31,94 miliar dolar AS, dengan investasi mencapai Rp183 triliun dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja. Namun, angka ekspor tersebut tidak dapat serta-merta dianggap sebagai nilai ekspor jasa kreatif digital karena statistik ekonomi kreatif juga mencakup ekspor barang.
Ronny mengatakan dengan data yang lebih kuat, pemerintah dapat mengidentifikasi subsektor jasa kreatif yang paling potensial menghasilkan devisa sekaligus menyusun kebijakan pengembangan talenta, pembiayaan, kekayaan intelektual, dan akses pasar secara lebih tepat.