β€œUntuk calon Ketua OSIS, kepemimpinan bukan soal popularitas atau banyaknya dukungan, melainkan tentang integritas, keteladanan, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kesediaan melayani,” ujarnya.

Ia juga meminta para pemilih menggunakan hak pilih secara bijaksana dengan mempertimbangkan gagasan, bukan semata-mata faktor pertemanan atau ajakan sesaat.

Menurut Agung, siswa yang terpilih harus menjadikan kemenangan sebagai amanah untuk bekerja keras. Sementara siswa yang belum terpilih tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan sekolah.

Inovasi Pemilos berbasis pemungutan suara elektronik di Kulon Progo mendapat apresiasi Ketua KPU DIY Sri Surani.

Sri Surani menilai pemanfaatan teknologi tersebut menjadi langkah dalam mengikuti perkembangan zaman sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pergantian kepemimpinan yang jujur, adil, dan transparan.

β€œKulon Progo membuat inovasi e-voting yang memfasilitasi proses pembelajaran bagi anak-anak kita. Digitalisasi ini penting untuk membantu proses demokrasi agar terus bergerak, sekaligus menjaga integritas secara cepat dan tepat,” tutur Sri Surani.

Salah seorang siswa SMA Negeri 2 Wates, Ahmad Tirta Kawindra, mengaku senang mengikuti Pemilos berbasis pemungutan suara elektronik karena menjadi pengalaman langsung mengenai tahapan pemilu.

β€œCukup senang, ya, kita jadi bisa belajar tentang bagaimana tahapan pemilu lewat Pemilos ini. Saya sendiri karena belum pernah memilih di pemilu jadi tahu gambarannya besok seperti apa kalau mau menyalurkan hak suara,” ucap siswa kelas X itu.

Pemkab Kulon Progo berharap sinergi antarinstansi terus diperkuat sehingga partisipasi sekolah dalam Pemilos berbasis pemungutan suara elektronik dapat mendekati 100 persen pada masa mendatang.