Berbagai jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat, dengan keduanya sama-sama menghadapi jalan yang tidak mudah untuk meraih kekuasaan.
Jajak pendapat terakhir, yang dipublikasikan tiga televisi utama Israel sebelum pemilu digelar, memproyeksikan kubu oposisi yang dipimpin Eisenkot akan mengamankan total 52-56 kursi parlemen, sedangkan koalisi sayap kanan dan religius Netanyahu diproyeksikan meraup total 50 kursi parlemen.
Proyeksi itu menunjukkan baik Netanyahu maupun Eisenkot tidak memiliki jalan yang jelas untuk mencapai ambang batas 61 kursi parlemen atau Knesset yang dibutuhkan -- dari total 120 kursi parlemen yang diperebutkan -- untuk bisa membentuk pemerintahan. Memenangkan jumlah kursi parlemen terbanyak tidak secara otomatis menentukan siapa yang akan menjadi PM.
Oleh karena itu, partai-partai yang dipimpin oleh tokoh dan politisi keturunan Palestina dinilai bisa menjadi pemecah kebuntuan. Mereka diproyeksikan meraup total 14-16 kursi parlemen. Negosiasi politik akan menjadi penentu dalam menentukan siapa yang akan menjabat sebagai PM selanjutnya.