Pihaknya juga menyoroti berbagai tantangan kebangsaan kontemporer yang mendesak untuk segera disikapi oleh generasi muda demi menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa.
Mulai dari polarisasi sosial akibat maraknya politik identitas, kesenjangan ekonomi yang melebar, serta masifnya disinformasi di era digital menjadi ancaman nyata bagi persatuan nasional.
Selain itu, ketergantungan pada penguasaan teknologi asing dan isu krisis lingkungan menuntut pemuda tidak lagi menjadi penonton pasif.
Ia menegaskan pemuda harus segera bergerak mengambil peran strategis sebagai pemecah masalah, memperkuat literasi.
βSerta membangun kolaborasi nyata untuk memastikan fondasi kebangsaan tetap kokoh di tengah dinamika global yang kompetitif,β kata dia.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh pemuda mulai dari Ketum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Periode 2018-2026, Bintang Wahyu Saputra, Ketum Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Periode 2023-2025, I Wayan Darmawan, Ketum DPP Forum Komunikasi Santri Muhammad Natsir Sahib.