Sisi pengeluaran daerah turut disesuaikan dengan mengusulkan alokasi belanja daerah sebesar Rp 13,08 triliun. Nilai belanja ini membengkak sebesar 13,56 persen atau bertambah Rp 1,56 triliun dari APBD murni. "Secara umum belanja daerah ini ada peningkatan, yakni belanja daerah secara total sebesar Rp 13,09 triliun. Angka ini terdiri atas belanja operasi Rp 6,27 triliun dan belanja modal Rp 4,82 triliun," tutur Adi Arnawa.

Postur pengeluaran daerah juga mencakup alokasi Belanja Transfer dan Belanja Tidak Terduga. Pemkab Badung memasang belanja transfer senilai Rp 1,86 triliun serta Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 129,09 miliar.

"Kami mengalokasikan belanja transfer sebesar Rp 1,86 triliun untuk daerah. Selain itu, dana Belanja Tidak Terduga disiapkan sebesar Rp 129,09 miliar," ungkap Adi Arnawa.

Defisit tim redaksi pendapatan dan belanja ditutup melalui strategi Pembiayaan Daerah. Penerimaan pembiayaan bersumber dari Silpa tahun sebelumnya sebesar Rp 1,19 triliun serta rencana pinjaman daerah senilai Rp 1,97 triliun.