Adi Arnawa menjelaskan sektor pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk investasi daerah dan pemenuhan kewajiban utang. Pemkab Badung mengalokasikan penyertaan modal BPD Bali sebesar Rp 300 miliar serta pembayaran pokok pinjaman senilai Rp 279,09 miliar.

"Pengeluaran pembiayaan kita pakai untuk penyertaan modal ke BPD Bali senilai Rp 300 miliar. Sisanya Rp 279,09 miliar dialokasikan buat pembayaran pokok utang daerah," imbuh politikus PDIP itu.

Pemkab Badung, dia berujar, mengarahkan fokus anggaran untuk menyelesaikan masalah krusial di kawasan pariwisata, terutama terkait kemacetan lalu lintas. Sektor infrastruktur menyerap porsi dominan mencapai 59,23 persen dari total belanja, disusul sektor pendidikan sebesar 20,61 persen.

"Dari performa APBD ini kelihatan sekali bahwa eksekutif dan legislatif punya komitmen untuk meneruskan langkah-langkah yang selama ini dilakukan. Kita memfokuskan kepada pembangunan infrastruktur, khususnya dalam bidang kepariwisataan," pungkas Adi Arnawa.