Sementara itu pada April 2026 banjir kembali merendam 693 rumah warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 130 centimeter. BPBD juga memetakan sedikitnya 11 kecamatan yang sangat rawan terdampak banjir saat musim penghujan.

Dadang mengatakan penanganan banjir membutuhkan kerja sama antardaerah karena aliran air yang masuk ke Kabupaten Bandung berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang, sehingga pembagian kewenangan dan pembiayaan perlu disepakati bersama.

"Enggak bisa dipikul beban sendiri, enggak bisa oleh provinsi sendiri, ini harus bersama-sama Bandung Raya kerja sama," ujarnya.

Selain pembangunan enam kolam retensi dengan prioritas Bojongsoang dan Rancaekek, Pemkab Bandung merencanakan pengadaan satu ekskavator pada 2026 dan penambahan sedikitnya dua ekskavator pada Januari 2027 untuk mendukung pemeliharaan sungai.