Menurut dia, kejadian kekerasan terhadap anak dan perempuan cenderung banyak ditemukan di wilayah perkotaan, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
"Ini di wilayah Bantul yang perkotaan, Banguntapan, Sewon, Kasihan, dan juga Kapanewon Bantul," katanya.
Ia menyebut kekerasan yang mengarah pada aspek psikis lebih dominan ditemukan, seperti data pada 2024 yang mencatat dari total 209 kasus, sebanyak 84 kasus di antaranya merupakan kekerasan psikis.
"Tahun 2025 itu dari 213 kasus yang tercatat, 76 kasus masuk kategori kekerasan psikis. Sedangkan hingga Juli tahun ini, dari 151 kasus yang telah ditangani, sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan psikis," ujarnya.
Menurut dia, bentuk kekerasan fisik dapat berupa ancaman hingga tindakan yang menyebabkan seseorang mengalami tekanan psikologis, bahkan di antaranya dapat mempengaruhi perubahan perilaku korban.