NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai melaksanakan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Muaragembong sebagai upaya meningkatkan mobilitas hingga konektivitas wilayah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta itu.
"Pekerjaan fisik di Muaragembong kali ini berfokus pada pembangunan jembatan berikut akses jalan penghubung. Seluruhnya bersumber dari APBD 2026," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln di Cikarang, Rabu.
Dia menjelaskan, pekerjaan infrastruktur di Muaragembong mencakup pembangunan Jembatan Sungai Blacan pada Ruas Jalan Pantai Harapan Jaya-Pantai Mekar serta Jembatan Larangan 2 Sungai Larangan pada Ruas Jalan Pantai Harapan Jaya-Pantai Mekar di Desa Pantai Harapan Jaya.
Di saat bersamaan pekerjaan konstruksi turut dilakukan pada Jembatan akses menuju Pantai Bakti-Pantai Bungin yang berlokasi di depan Musala Nur Attaqwa, serta tahap lanjut pembangunan jalan pendekat jembatan penghubung Desa Pantai Mekar-Desa Pantai Bakti.
Sementara satu kegiatan pembangunan lain yakni pelebaran Jembatan Cabang Dua pada Ruas Jalan Kampung Terusan-Cabang Dua di Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, dijadwalkan akan dilaksanakan pada tahap selanjutnya.
"Total ada lima titik pembangunan. Empat kegiatan saat ini sudah mulai berjalan sedangkan satu paket kegiatan menyusul di tahap selanjutnya," katanya.
Henri mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung demi keamanan, kenyamanan serta kelancaran mobilitas kendaraan mengingat pekerjaan berdampak pada penyempitan arus lalu lintas.
"Sehubungan dengan adanya pekerjaan konstruksi tersebut, akses jalan di sekitar lokasi untuk sementara mengalami gangguan dan penyempitan arus lalu lintas. Pengguna jalan dimohon mencari rute alternatif, mohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses pengerjaan berlangsung," ucap dia.
Sekretaris Kecamatan Muaragembong Hasan Basri mengatakan, pembangunan masif oleh pemerintah daerah ini sangat dibutuhkan masyarakat guna memudahkan mobilitas kendaraan baik pribadi, penumpang maupun angkutan barang, termasuk hasil-hasil pertanian serta peternakan.
Ia menyebut sejumlah titik perbaikan bahkan selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat karena mampu menghubungkan wilayahnya menuju Kecamatan Babelan, Kota Bekasi hingga Provinsi DKI Jakarta.
"Khusus untuk akses di lokasi pembangunan Jembatan Blacan dan Jembatan Larangan, jalur tersebut merupakan salah satu akses terdekat menuju Babelan, Kota Bekasi hingga DKI Jakarta sehingga ini akan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas," ujarnya.
Akses Jembatan Sungai Blacan serta Jembatan Larangan selama ini tidak hanya digunakan masyarakat setempat tetapi juga warga luar daerah termasuk para wisatawan hingga pecinta hobi memancing yang berkunjung ke wilayah Muaragembong sebagai kawasan pesisir.
Hasan turut mengimbau pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses pembangunan berlangsung sebab keselamatan pengendara merupakan prioritas utama.
"Kami mengimbau warga dan pengendara yang melintas untuk selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan, mengikuti arahan petugas di lapangan serta menggunakan jalur alternatif jika memungkinkan," ucapnya.
Pihaknya berharap pembangunan ini dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas serta mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah ujung utara Kabupaten Bekasi.