Selain kakao fermentasi dan produk olahan dari bahan dasar kakao, pameran yang berlangsung selama sembilan hari itu juga menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), potensi sumber daya alam, serta kekayaan seni dan budaya dari berbagai kecamatan.

"Kami berharap promosi produk lokal berlanjut setelah pameran berakhir, sehingga upaya memperluas akses pasar, menarik investasi, dan langkah memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat terwujud," ujar Sri Juniarsih.