NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memanfaatkan Berau Expo 2026 untuk memperluas pemasaran produk lokal, termasuk kakao fermentasi yang telah menembus pasar ekspor Eropa dan berpeluang dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
"Pameran yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb tersebut menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Tanjung Redeb, Jumat.
Melalui expo pada 16-25 Oktober ini, ia ingin giat tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi daerah, tetapi juga sebagai ruang promosi bagi organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat luas.
Salah satu komoditas yang berpotensi menarik perhatian pasar adalah kakao fermentasi Berau. Produk perkebunan tersebut telah dikirim ke Prancis sejak Maret 2026, dengan pengiriman perdana sebanyak 10 ton dan peluang pemenuhan permintaan hingga 50 ton per tahun berdasarkan kerja sama dengan perusahaan di negara tersebut.
Selain Prancis, pasar Jepang juga membuka peluang permintaan kakao fermentasi dalam jumlah lebih besar. Potensi tersebut menjadi kesempatan bagi petani dan pelaku usaha untuk meningkatkan produksi, kualitas, serta nilai tambah komoditas lokal.
Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pembinaan petani melalui peningkatan produktivitas, pengembangan lahan, intensifikasi pertanian, dan pemanfaatan teknologi agar kakao daerah mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Selain kakao fermentasi dan produk olahan dari bahan dasar kakao, pameran yang berlangsung selama sembilan hari itu juga menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), potensi sumber daya alam, serta kekayaan seni dan budaya dari berbagai kecamatan.
"Kami berharap promosi produk lokal berlanjut setelah pameran berakhir, sehingga upaya memperluas akses pasar, menarik investasi, dan langkah memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat terwujud," ujar Sri Juniarsih.