NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusun peta jalan penanganan infrastruktur sekolah rusak untuk memperkuat perencanaan perbaikan fasilitas pendidikan dasar yang terukur, berbasis data, dan berkelanjutan.

Penyusunan peta jalan tersebut dibahas dalam lokakarya yang melibatkan pemerintah daerah bersama Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA ActionAid) dan Yayasan Bina Masyarakat Sejahtera (YISA) Ambalawi di Kota Bima, Senin.

Kegiatan itu menghadirkan akademisi Universitas Muhammadiyah (UM) Bima, Dr. Ihlas Hasan, sebagai pembicara utama. Keterlibatan akademisi menjadi bagian dari upaya memperkuat Program Sekolah Aman melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bima.

Program Sekolah Aman yang dijalankan YAPPIKA-ActionAid bersama YISA Ambalawi Mbojo berfokus pada perbaikan fasilitas fisik sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan kapasitas literasi dan numerasi melalui pelatihan berbasis komunitas sekolah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bima Fatahullah mengatakan penanganan kerusakan infrastruktur sekolah membutuhkan perencanaan yang sistematis, terukur, dan didukung data yang komprehensif.