Hasil pembahasan selanjutnya diarahkan untuk memfinalisasi rancangan peta jalan perbaikan infrastruktur sekolah tingkat Kabupaten Bima agar dapat menjadi acuan resmi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan dan program penanganan.

Kolaborasi melalui Program Sekolah Aman telah berjalan sejak 2025 dengan fokus pendampingan di Kecamatan Soromandi dan Wera. Program tersebut menyasar delapan sekolah dasar, termasuk SDN Inpres Lewintana, SDN Teh, SDN Sowa, dan SDN Inpres Sai di Kecamatan Soromandi.

Selain mendorong perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan berat, program itu juga mencakup pelatihan guru, penguatan keterlibatan komunitas sekolah, serta distribusi ribuan buku cerita dan alat peraga pendidikan.

Berdasarkan data pelaksana program, capaian literasi di delapan sekolah dampingan meningkat hingga 68 persen atau sekitar 295 siswa.

Penyusunan peta jalan diharapkan dapat memperkuat dasar perencanaan pemerintah daerah dalam menangani kerusakan fasilitas pendidikan secara bertahap, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi peserta didik.