"Berdasarkan data, bukti, fakta, dari foto, video, bahkan sampel air sudah kami ambil dari beberapa lubang pipa yang ada di Sungai Cileungsi, dan memang ditemukan kondisi air buangan tersebut di atas ambang batas normal," ujarnya.

Temuan tersebut semakin terlihat ketika debit Sungai Cileungsi turun drastis akibat minimnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat sejumlah saluran pembuangan dari kawasan industri dapat terlihat saat tim melakukan penyisiran sungai.

Rudy menegaskan Pemkab Bogor tidak menghentikan kegiatan operasional 23 perusahaan yang terindikasi tersebut. Pemerintah daerah mengambil tindakan terhadap saluran pembuangan yang berdasarkan hasil pemeriksaan diduga mengalirkan air limbah melebihi baku mutu.

"Yang kami tutup adalah beberapa saluran air limbah yang melewati batas baku mutu air yang kita duga mencemari Sungai Cileungsi," katanya.