"Pengiriman air bersih dilakukan berkala mulai dari dua hingga lima hari sekali, menyesuaikan tingkat kerawanan wilayah. Hingga saat ini total sudah ada 123 kali armada tangki meluncur ke lokasi penanganan," ujarnya.
Guna memastikan distribusi berjalan lancar di titik pemukiman, BPBD bersama lini terkait juga telah menempatkan puluhan tandon penampungan air di lokasi-lokasi strategis.
"Untuk memudahkan warga mengambil air, kami sudah mendistribusikan puluhan tandon penampung. Total ada 32 tandon dari BPBD, ditambah bantuan mandiri warga dan PMI yang disebar di pemukiman," paparnya.
Penanganan krisis air ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pelbagai instansi daerah. Demi menjangkau seluruh titik terdampak secara optimal.