Terkait waktu pembangunan Hotel Haji, pihak Kementerian Haji dan Umroh menyebut masih perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai skema pembiayaan dan kemungkinan menggandeng pihak ketiga.

"Setelah penyerahan ini kita akan mulai bicara. Tentu kita akan menyiapkan berbagai hal, termasuk bagaimana pendanaannya. Karena kita tahu pemerintah kita akan banyak kebutuhan, sehingga kalau langsung dibangun sekarang akan kesulitan. Maka kita berpikiran mungkin untuk bisa bekerja sama dengan pihak ketiga," jelasnya.

Kementerian Haji dan Umroh juga menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan Bandara Internasional Dhoho Kediri dapat melayani penerbangan haji pada 2027.

"Kita tahun depan, tahun 2027 berusaha keras bagaimana kita bisa membuka Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji. Sudah kita upayakan banyak hal dan mungkin belum 100 persen berhasil, tapi kita sudah menuju ke sana," pungkasnya.