Sesuai prakiraan BMKG, ia berharap memasuki pertengahan Oktober curah hujan mulai meningkat sehingga mampu membantu mengendalikan titik api dan mengurangi kabut asap yang masih berpotensi muncul di sejumlah wilayah.

β€œKalau sampai 15 Oktober hujan sudah intensitasnya cukup tinggi, titik api sudah tidak ada dan asap juga tidak ada, maka kita akhiri masa tanggap darurat dan tinggal masuk tahap pemulihan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim hingga 29 September 2026, tercatat sebanyak 1.176 kejadian kebakaran dengan luas lahan terdampak mencapai lebih dari 2.009 hektare.

Selain itu, jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau juga telah mencapai 38.304 titik. Data tersebut merupakan kejadian yang ditangani Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim.