Namun, tidak seluruh kejadian dapat ditangani langsung oleh satgas karena terdapat lokasi yang sulit dijangkau. Sebagian penanganan juga dilakukan pemerintah provinsi melalui dukungan helikopter waterbombing, sehingga dimungkinkan adanya perbedaan data dengan provinsi.

Menurut Halikinnor, evaluasi penanganan karhutla tidak hanya diarahkan untuk mengatasi kondisi saat ini, tetapi juga menjadi bahan penyusunan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar pada masa mendatang.

Pemkab Kotim juga mulai menyiapkan langkah pemulihan terhadap lahan yang terbakar, termasuk kemungkinan penanaman kembali serta pengelolaan lahan kosong agar tidak menjadi lokasi yang mudah terbakar.

“Kami juga meminta Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan bibit dan bagaimana lahan-lahan yang terbakar maupun tanah kosong itu bisa dikelola kembali,” ucapnya.