Proses persiapan diperkirakan membutuhkan waktu tiga minggu hingga satu bulan, mencakup penyiapan operasional SPPG, aktivasi rekening virtual, serta pelatihan bagi pengolah makanan dan relawan.

"Kami tidak ingin pembukaan aktivasi baru justru menambah kasus keracunan. Karena itu, proses seleksi, persiapan, dan pelatihan harus dilakukan dengan baik," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah karena memiliki kewenangan dan pemahaman terhadap kondisi wilayah masing-masing.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi anak, pelaksanaan MBG juga untuk mendorong ekonomi sirkular melalui keterlibatan pemasok lokal, menggerakkan perputaran ekonomi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.