NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan lahan seluas 8,6 hektare untuk pembangunan sekolah rakyat terintegrasi yang dirancang mampu menampung 2.000 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha berharap pembangunan sekolah rakyat yang berlokasi di Kecamatan Kuripan tersebut bisa menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan.

"Kami terus berkoordinasi dengan Menteri Sosial dan berupaya keras agar sekolah rakyat segera terealisasi di Lombok Barat," ujar dia saat menghadiri open house Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 di Lombok Barat, NTB, Sabtu.

Adha memaparkan daerahnya saat ini masih menghadapi persoalan kemiskinan dan angka putus sekolah yang terbilang tinggi. Berdasarkan data dari pemerintah pusat, imbuh dia, jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Lombok Barat mencapai sekitar 7.000 orang.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Lombok Barat baru menemukan sekitar 1.500 anak tidak sekolah melalui pendataan yang dilakukan di daerah tersebut. Mereka putus sekolah pada jenjang sekolah menengah pertama atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas.