Untuk kondisi kelistrikan di wilayah perkotaan, kata dia, relatif baik karena sekitar 95 persen wilayah perkotaan telah mendapatkan aliran listrik.
Selain dukungan PLN, penerangan juga diperkuat melalui program lampu jalan tenaga surya berbasis energi baru terbarukan (EBT).
"Kalau di perkotaan relatif aman dan terang. Sekitar 95 persen sudah teraliri listrik, termasuk dukungan lampu jalan tenaga surya," katanya.
Namun, lanjutnya, kondisi berbeda masih dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan. Sebab, kata dia, meskipun sebagian wilayah telah memiliki pembangkit listrik, pasokan listrik belum dapat menyala selama 24 jam seperti di kawasan perkotaan.
Menurutnya, yang menjadi salah satu kendala utama adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional pembangkit. Kondisi geografis Malinau yang luas dan sulit dijangkau membuat distribusi BBM menjadi tantangan tersendiri.
Bahkan, kata Jakaria, sebagian kebutuhan BBM untuk pembangkit di wilayah perbatasan selama ini masih bergantung pada pasokan dari Serawak, Malaysia. Kondisi tersebut semakin sulit karena adanya hambatan pada jalur lintas batas antarnegara yang digunakan untuk mobilitas barang dan orang.