"Jika teknologi pertanian terus ditingkatkan, kita dapat menjaga produktivitas padi yang tinggi. Hal-hal baik seperti ini harus ditindaklanjuti dengan mekanisme sesuai aturan yang berlaku agar manfaatnya terasa bagi petani," katanya.

Adapun, varietas padi unggul lokal Ngawi ini memiliki postur tinggi dan besar menyerupai Ciherang generasi awal. Sehingga membutuhkan asupan pupuk yang lebih banyak, namun tetap mengutamakan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Varietas tersebut berdasarkan hasil uji coba panen perdana di lahan demplot di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan varietas yang selama ini biasa digunakan oleh petani.