"Penggunaan kimia sintetis secara berlebihan akan menghambat program pemerintah daerah. Maka, Kami menggunakan pendekatan Program Riset Lokasi Partisipatif (PRLP), dimana perhitungan hasil panen berdasarkan ubinan menunjukkan angka sekitar 10–12 ton per hektare," kata Bupati Ony.
Melalui konsistensi perawatan dan pemupukan organik yang terjaga, serta didukung dengan keberadaan 22.000 unit infrastruktur sumur dalam sawah bagian dari Jaringan Irigasi Air Tanah, Pemkab Ngawi berharap sertifikasi benih padi unggul lokal Ngawi dapat segera terwujud guna peningkatan produktivitas pertanian daerah setempat.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi mencatat produksi padi di wilayah Ngawi rata-rata per tahun mencapai 770 ribu ton gabah kering giling (GKG), yang menjadi daerah tersebut sebagai lumbung pangan nasional.