Pada 2025, produksi perikanan tangkap mencapai 64,59 juta kilogram senilai Rp1,1 triliun. Dari jumlah tersebut, jenis ikan layang menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar, yakni 28,6 juta kilogram dengan nilai produksi di kisaran Rp610 miliar.

Disusul jenis ikan lemuru atau sero yang tercatat mencapai 15,8 juta kilogram dengan nilai transaksinya lebih dari Rp207 miliar. Selain itu, ikan kuniran menyumbang Rp48,2 miliar, sedangkan tongkol menyumbang Rp100,5 miliar pada nilai produksinya.

Di tahun 2026 ini, Pemkab Pati memperkuat kemitraan UMKM perikanan dengan perusahaan. Targetnya, untuk membuka akses pasar modern, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas usaha dan nilai tambah produk perikanan lokal.