NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memperkuat budaya memilah sampah dari sumber dan budaya literasi di sejumlah sekolah sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesadaran akan lingkungan.
“Kami menekankan pentingnya pembiasaan memilah sampah organik, anorganik dan residu secara konsisten di lingkungan sekolah,” kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan pemerintah ingin menumbuhkan kepedulian anak-anak sejak dini melalui kebiasaan sederhana mulai dari memilah sampah dan menjaga kebersihan sekolah.
Hal ini dilakukan setelah pihaknya melakukan kunjungan di di SMKN 61 Jakarta, Pulau Tidung, dan SMAN 69 Jakarta, Pulau Pramuka pada beberapa waktu yang lalu.
Pembentukan karakter peduli lingkungan merupakan bagian penting dalam menyiapkan SDM Kepulauan Seribu yang berkualitas. Tercatat, gerakan pemilahan sampah dari sumber yang dilakukan oleh masyarakat di daerah kepulauan itu berada di angka 59 persen.
"Kolaborasi seluruh pihak masih diperlukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan," kata Aceng.
Saat ini, sampah telah dikelola di sebelas pulau penduduk, salah satunya melalui pemanfaatan sebagai pakan ternak di Pulau Untung Jawa. “Ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan sudah siap menjadi solusi dalam penanganan sampah organik," ujarnya.
Selain pengelolaan sampah, Aceng juga menyoroti perlunya peningkatan layanan perpustakaan melalui penyediaan koleksi buku yang sesuai kebutuhan pembaca serta ruang baca yang nyaman dan inklusif bagi berbagai kelompok usia.
“Kolaborasi dengan perangkat daerah terkait perlu terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana ruang baca yang representatif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perpustakaan dan Kearsipan UKT 1 Kepulauan Seribu, Agung Putranto menyampaikan bahwa kunjungan masyarakat ke perpustakaan rata-rata mencapai tujuh puluh orang per hari.
Untuk mengoptimalkan minat masyarakat tersebut, pihaknya berupaya menyesuaikan koleksi bahan bacaan dengan kebutuhan dan kelompok usia pengunjung.
“Tingginya jumlah kunjungan menjadi momentum bagi kami untuk terus menyempurnakan layanan perpustakaan,” katanya.
Agung menjelaskan, pihaknya berencana menambah buku cerita bergambar yang edukatif bagi TK dan SD, serta buku pengayaan wawasan bagi pelajar SMP dan SMA.
“Koleksi buku yang beragam dan ruang baca yang nyaman diharapkan membuat pengunjung betah membaca, sehingga perpustakaan dapat berperan optimal dalam menambah wawasan masyarakat Kepulauan Seribu,” katanya.