"Melalui Dinas Pekerjaan Umum, alat berat diprioritaskan untuk normalisasi sungai Krueng Meureudu, pengerukan muara, pembersihan saluran irigasi, dan lingkungan permukiman," katanya.

Sedangkan Dinas Pertanian digunakan untuk menangani pembersihan sawah terdampak bencana. Serta Dinas Kelautan dan Perikanan digunakan untuk pembersihan tambak terdampak bencana.

"Penempatan alat berat dapat digeser sesuai kebutuhan serta tingkat urgensi di lapangan agar sumber daya yang tersedia bekerja tepat sasaran," kata Bupati Pidie Jaya.

Dengan dukungan alat berat tersebut, kata dia, diharapkan lahan pertanian, pertambahan, dan sumber pencarian masyarakat bisa bangkit kembali dan berproduksi setelah bencana.

Sibral Malasyi juga mendorong dinas-dinas terkait di lingkung Pemkab Pidie Jaya bergerak terpadu, menetapkan lokasi kerja berdasarkan prioritas, mengoptimalkan alat berat serta memastikan hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.