NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat sebanyak 756 ibu hamil dari total 2.000 bumil di daerah tersebut masuk dalam kategori berisiko tinggi kesehatan saat melahirkan.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae di Marawola, Senin, mengatakan sudah memerintahkan seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dan bidan desa, agar segera melakukan verifikasi data akurat termasuk pendamping edukasi sejak dini.
"Jadi dari 2.000 ibu hamil di Sigi, sebanyak 756 bumil yang tergolong berisiko. Data akurat ini yang saya minta kepada teman-teman di Puskesmas dan para bidan untuk segera ditindaklanjuti," kata Rizal.
Ia mengemukakan pentingnya dilakukan deteksi dini agar ibu hamil yang berisiko dapat teridentifikasi lebih awal sebelum terjadi komplikasi persalinan yang fatal.