Menurut dia, salah satu langkah penanganan ibu hamil beresiko tinggi dengan memeriksa kondisi riwayat kesehatan masing-masing bumil, seperti penanganan bagi penderita hipertensi.

"Supaya bisa teridentifikasi lebih cepat mana kehamilan yang berisiko. Kalau penderita hipertensi, bagaimana caranya agar tekanan darahnya bisa diturunkan sehingga tidak berujung fatal atau merenggut nyawa saat melahirkan," kata Rizal.

Ia menuturkan pemerintah daerah pun sudah menyediakan lima Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) untuk memfasilitasi ibu hamil yang berada di wilayah terpencil.

"Lima rumah tunggu kelahiran ini tersebar di wilayah Gimpu, Kulawi, Marawola, Sidera dan Palolo," ucapnya.