NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan pameran Sleman Halal Fashion & Craft (SHFC) 2026 untuk mendorong industri kecil menengah nai kelas.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Sleman, Jumat, mengatakan, inisiatif strategis ini menegaskan komitmen kuat Kabupaten Sleman dalam memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus memosisikan para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) lokal agar mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional hingga internasional.
"Industri fashion dan kriya memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui perpaduan tradisi dan modernitas," kata Danang saat membuka Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 mengusung tema "Cahaya Nusantara".
Ia mengatakan, fashion bukan sekadar tentang pakaian dan penampilan. Di dalamnya terdapat gagasan, kreativitas, keterampilan, serta identitas budaya yang dapat dikemas menjadi karya bernilai.
Ia menjelaskan, di balik sebuah karya terdapat proses panjang yang melibatkan desainer, pengrajin, penjahit, hingga tenaga pemasaran yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.