Saat ini penerapan tabela di Kabupaten Tulungagung mencakup sekitar 100 hektare lahan.

Tanaman yang ditanam melalui program tersebut belum memasuki masa panen dan diperkirakan baru dapat dipanen sekitar lima bulan setelah tanam.

Ia menambahkan penerapan metode tersebut menjadi bagian dari dukungan sektor pertanian daerah terhadap penguatan ketahanan pangan dan upaya menuju swasembada pangan.

Menurut dia, produksi pertanian di Tulungagung tetap dikembangkan meskipun menghadapi kondisi kemarau, mencakup tanaman padi, jagung, dan komoditas hortikultura, termasuk tembakau.

"Ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan," katanya.