Salah satu yang menjadi perhatian adalah bantuan di bidang pendidikan, terutama beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali menyisir data kemiskinan. Dalam proses tersebut, ASN diminta tidak menjadikan status desil sebagai satu-satunya acuan.
Eri meminta pejabat teknis hingga Ketua Tim Kerja (Katimja) berkolaborasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk turun langsung ke setiap RT/RW secara berkala.
Ia mengaku masih menemukan persoalan dalam verifikasi lapangan. Salah satunya lansia yang hidup sebatang kara justru luput dari bantuan, sementara warga yang dinilai mampu malah lolos verifikasi.
"Hari ini jangan pernah lihat lagi namanya desil. Muduno rek (turun ke lapangan). Saya tidak mau lagi melihat ada warga miskin yang tidak menerima bantuan. Ini tidak boleh terjadi," tegas Eri.