NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Kendari kembali mengaktifkan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Olahan Pangan yang sempat terbengkalai. Fasilitas bantuan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 itu kini disiapkan sebagai ruang usaha bagi pelaku IKM dan UMKM.

"Tempat ini adalah bantuan dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus pada tahun 2021 dan sayangnya dulu tidak digunakan. Baru kali ini kita launching supaya kita gunakan tempat ini," kata Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat meresmikan pengoperasian kembali Sentra IKM Olahan Pangan tersebut, Kamis (10/9/2026).

Siska mengatakan pengaktifan kembali fasilitas tersebut diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan sentra tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian Kota Kendari.

"Para pengusaha IKM dan juga UMKM kita bisa memanfaatkan fasilitas ini. Dengan kata lain, banyak multiplier effect yang bisa kita dapatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan juga kemajuan Kota Kendari," ujarnya.

Fasilitas tersebut sebelumnya tidak mendapat perhatian sehingga kondisinya terbengkalai. Pemkot Kendari mulai melakukan pembenahan setelah Siska meninjau lokasi tersebut pada 2025 dan meminta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) mempersiapkannya kembali.

"2025 kami datang lalu saya minta Kadis dipersiapkan dan alhamdulillah kita langsung launching, karena masih banyak yang harus dipersiapkan dari tempat ini," tutur Siska.

Sentra IKM Olahan Pangan itu menyediakan 14 slot bagi pelaku usaha. Siska meminta fasilitas tersebut dimanfaatkan, terutama oleh pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan.

"Harapan saya bisa dimanfaatkan terutama yang di pinggir-pinggir jalan. Contohnya ada ikan bakar, kita sudah sosialisasikan para pedagang ikan bakar untuk masuk ke sini," katanya.

Pemkot Kendari bahkan menargetkan pedagang ikan bakar di sekitar kawasan pelabuhan dan pasar untuk berjualan di sentra tersebut. Langkah itu sekaligus ditujukan untuk menata aktivitas perdagangan dan mengurangi kesan kumuh di sejumlah ruas jalan.

"Supaya tata kota kita juga cantik, mereka tidak bercampuran di pinggir jalan. Kan kumuh," ujar Siska.

Untuk menarik pelaku usaha masuk, Pemkot Kendari memberikan fasilitas tanpa biaya selama tiga bulan pertama. Siska menyebut pelaku usaha hanya perlu memiliki komitmen untuk menjaga kebersihan dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik.

"Komitmen aja dulu, terutama mereka mau membersihkan. Kita kasih free tiga bulan, no biaya, semua ada fasilitas di sini," pungkasnya.