NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdag) menggelar Pasar Murah untuk menjangkau wilayah ekonomi rentan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-419 Kota Makassar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Evy Aprialti di Makassar, Kamis, mengatakan pasar murah tahap kedua tersebut menyasar lima kecamatan, yakni Rappocini, Tallo, Makassar, Mariso, dan Mamajang.

"Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga daya beli, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan," ujarnya.

Dari kegiatan tersebut, Disdag menyiapkan sebanyak 1.100 paket sembako yang didistribusikan berdasarkan kebutuhan dan usulan masing-masing kecamatan.

Rinciannya, Kecamatan Rappocini memperoleh 340 paket, Tallo 305 paket, Makassar 185 paket, Mariso 130 paket, dan Mamajang sebanyak 140 paket.

"Jumlah paket yang kami salurkan di setiap kecamatan bervariasi, menyesuaikan permintaan dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing," kata Evy.

Ia menjelaskan, setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan susu kental manis 1 kaleng. Seluruh komoditas tersebut dapat diperoleh masyarakat dengan harga hanya Rp63.000 per paket.

Menurut Evy, harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan jika masyarakat membeli kebutuhan pokok secara terpisah di pasaran. Karena itu, pasar murah diharapkan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama kelompok keluarga yang memiliki keterbatasan daya beli.

"Ini sesuai arahan Bapak Wali Kota agar pasar murah yang dilaksanakan pemerintah benar-benar menawarkan harga jauh di bawah harga pasar, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," jelasnya.

Evy menambahkan, program pasar murah bukan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya, Disdag telah menggelar tahap pertama menjelang Hari Raya Idul Adha dengan jumlah sekitar 1.300 paket.

Dengan demikian, total paket yang telah disalurkan melalui dua tahap tersebut mencapai sekitar 2.400 paket. Untuk memastikan bantuan harga terjangkau tersebut tepat sasaran, masyarakat yang ingin membeli paket diwajibkan merupakan warga Kota Makassar dengan menunjukkan KTP, fotokopi kartu keluarga (KK), serta kupon yang dibagikan melalui pihak kelurahan.

"Pelayanan kami berikan kepada masyarakat yang memiliki kupon dari kelurahan, dengan membawa KTP dan fotokopi KK sebagai persyaratan," terangnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan Disdag masih membuka peluang untuk melanjutkan pasar murah ke tahap ketiga apabila kebutuhan masyarakat di lapangan masih tinggi.

Dimana, evaluasi juga akan dilakukan terhadap jumlah paket dan wilayah sasaran agar pelaksanaan berikutnya semakin menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Mantan Kadis DP2 itu mengakui jumlah paket yang disediakan saat ini masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pihaknya berencana menambah kuota komoditas kebutuhan pokok pada pelaksanaan tahun berikutnya.