NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur menyiapkan pendampingan berupa trauma healing kepada para pelajar SMP Negeri 18 yang menjadi korban dugaan kekerasan oleh mantan kepala sekolah itu berinisial MAH, beberapa waktu lalu.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Minggu, mengatakan, upaya pendampingan akan dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) dan Dinas Kesehatan setempat, Senin (28/9).

"Mulai Senin mereka sudah mendatangi rumah siswa yang merasa mendapatkan tekanan, ada trauma terkait dengan apa yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 18 nonaktif," kata Wahyu.

Hingga kini delapan korban telah melaporkan dugaan kekerasan kepada Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, sebagaimana yang diutarakan oleh kuasa hukum para korban.

Wahyu menyampaikan dalam perkara ini pemerintah daerah memegang peranan memastikan korban mendapatkan perlindungan rasa aman, sehingga bisa pulih dan mampu beraktivitas dengan baik.