Ia menyampaikan dengan cara membimbing yang baik, maka siswa dan siswi akan merasa nyaman mengikuti seluruh kegiatan belajar mengajar sehingga tak memunculkan rasa kekhawatiran dari orang tua pelajar.

"Pendekatan tidak boleh menggunakan tangan, tapi bagaimana kita bisa memberikan keyakinan rasa aman dan nyaman bagi siswa," ujarnya.

Dugaan kekerasan terhadap pelajar SMP Negeri 18 Kota Malang yang dilakukan oleh MAH terjadi, pada Kamis (24/9) pagi di sekitar area gerbang sekolah tersebut.

Insiden itu ditengarai dipicu hanya karena persoalan pelajar tidak mengenakan pakaian lurik.