Berdasarkan perbandingan data primer berupa sidik jari, gigi, dan DNA, jenazah tersebut teridentifikasi secara genetik sebagai Surakman. Hasil pemeriksaan juga mengonfirmasi hubungan biologis Surakman sebagai ayah Yayat.

Hengki mengatakan jenazah Surakman dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026).

β€œJenazah akan kami terima langsung bersama Bapak Gubernur Banten dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad mengatakan meskipun operasi pencarian secara resmi telah ditutup setelah 10 hari, pemantauan dan koordinasi lintas wilayah tetap dilakukan.

β€œHingga saat ini, kami terus berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung untuk memantau wilayah pesisir serta melibatkan para nelayan sekitar. Meski hasilnya sementara masih nihil, termasuk pemantauan di wilayah perairan Lebak, upaya koordinasi ini tidak dihentikan,” katanya.